Minggu, 17 November 2019

Apa Itu Karies Gigi?

Hasil gambar untuk gambar karies gigi
Sumber

















Pernahkah Anda mengamati gigi Anda dan melihat ada noda kekuningan, cokelat, atau bahkan hitam yang menempel di gigi atau di antara gigi dan gusi? Saat Anda pertama mengetahuinya, mungkin Anda tidak akan merasakan apa-apa sama sekali. Tidak ada nyeri, tidak ada ngilu, tidak ada rasa sakit apapun sehingga ada kemungkinan Anda sama sekali tidak menyadarinya. Lalu apa sih sebenarnya karies gigi itu? Jika tidak sakit, kenapa Anda harus mencemaskannya? 


            Sebenarnya karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang menyebabkan timbulnya kerusakan jaringan pada permukaan gigi yang kemudian menjalar ke bagian pulpa. Kondisi ini terjadi di mana ada proses demineralisasi dan remineralisasi pada gigi. Proses ini mengubah mineral pada gigi akibat adanya asam hasil produksi bakteri di mulut, yang kemudian berusaha dinetralkan oleh air ludah. Bakteri yang terlibat selama proses pembentukan karies gigi ini adalah bariogenik. Bakteri kariogenik memiliki ciri-ciri dapat mendistribusi gula menjadi bentuk asam dan dapat berkembang pada pH asam di mulut. Perubahan mineral pada gigi ini menyebabkan rusaknya enamel gigi, lalu dentin, hingga pada akhirnya menyebabkan gigi berlubang. Karies gigi tergolong penyakit kronis karena terjadi dalam waktu yang panjang dan perjalanan dari kondisi awal hingga menyebabkan kerusakan tergolong lama. Jika dibiarkan makin lama, kerusakan gigi secara struktural tidak lagi dapat dihindari. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memberikan perlakuan yang tepat pada karies gigi. Anda perlu tahu penyebab karies gigi, sehingga dapat melakukan tindakan-tindakan pencegahannya. Anda wajib tahu cara mengatasi karies gigi agar tidak makin meluas dan mengakibatkan gigi berlubang. 

Penyebab Karies Gigi Secara umum, penyebab karies gigi adalah bakteri dan sisa makanan yang ada di mulut. Namun, sebenarnya jika dilihat lebih detail lagi, ada beberapa penyebab secara khusus, yaitu: 

1. Periode Usia Periode usia memegang peranan yang cukup signifikan terhadap timbulnya karies gigi. Mengapa? Hal ini sangat berkaitan erat dengan tanggung jawab dalam menjaga kesehatan gigi. Periode usia balita hingga 10-12 tahun saat anak memiliki gigi campuran antara gigi susu dan gigi permanen adalah yang pertama rentan terhadap karies gigi. Di periode ini, mereka belum memiliki kesadaran lebih untuk menjaga kesehatan gigi. Selanjutnya, periode pubertas saat usia 14 hingga 20 tahun juga rentan dengan karies gigi. Di usia ini, sering terjadi perubahan hormonal yang berpotensi menyebabkan pembengkakan pada gusi. Saat-saat seperti ini, kebersihan gigi sangat mungkin terabaikan. Selain itu, pengawasan dari orang tua sering kali mulai longgar, sehingga sangat mungkin anak pada periode ini malas menggosok gigi. Periode usia lainnya adalah pada usia sekitar 40 hingga 50 tahun. Di usia-usia ini, sudah terjadi retraksi pada gusi sehingga menyebabkan makanan lebih mudah masuk ke dalam sela-sela gigi dan gusi. Akibatnya, sisa makanan jadi lebih sulit dibersihkan dan memperbesar potensi terjadinya karies gigi. 

2. Kerentanan Permukaan Gigi Kondisi fisik yang berbeda pada tiap-tiap orang memungkinkan adanya perbedaan pada morfologi gigi dan volume air ludah. Morfologi gigi yang luas dan lebar dengan bentuk gigi yang besar-besar memiliki potensi terjadi plak yang lebih banyak jika tidak rutin menggosok gigi. Begitu pula dengan volume air ludah, penelitian membuktikan bahwa mereka yang memiliki volume air ludah sedikit jauh lebih rentan terhadap karies gigi daripada yang punya volume banyak. 

3. Bakteri Tidak semua bakteri dalam mulut menjadi penyebab karies gigi. Bahkan hanya sedikit yang menyebabkan karies gigi, lebih banyak yang berguna untuk mencerna makanan. Yang jadi masalah adalah bakteri kariogenik atau pembawa masalah karies gigi yaitu Streptococcus mutans dan Lactobacilli. Bakteri kariogenik adalah kunci awal mula karies gigi karena mampu mengubah karbohidrat yang dapat diragikan menjadi asam yang merusak enamel gigi. 

4. Plak Gigi Plak gigi terbentuk dari berbagai bahan seperti sisa-sisa sel jaringan mulut, mucin, leukosit, limposit, sampai dari sisa-sisa makanan. Plak yang tidak dibersihkan akan segera menumpuk dan memudahkan bakteri menempel pada plak dan menyebabkan kerusakan gigi. 

Cara Mengatasi Karies Gigi Karies gigi tentu merupakan hal yang harus segera Anda atasi. Untuk itu, ada beberapa cara bagi Anda, yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi karies gigi, yaitu : 

1. Pembersihan di Dokter Gigi Cara terbaik untuk mengatasi karies adalah lewat perawatan karies gigi oleh dokter gigi. Dokter akan mengecek kondisi gigi Anda dengan saksama sebelum melakukan tindakan yang diperlukan. Tergantung pada kondisi karies gigi, dokter mungkin melakukan beberapa tindakan seperti membersihkan, menambah fluoride, serta menambal gigi yang rusak. 

2. Terapi Fluoride Dokter selalu menyarankan untuk menggunakan pasta gigi dengan fluoride, namun jika saat pemeriksaan dirasa kurang, maka Anda bisa diberi terapi fluoride. Terapi fluoride diberikan melalui suplemen yang memudahkan gigi untuk mendapatkan fluoride dalam jumlah yang dibutuhkan. Untuk pengaplikasiannya, suplemen fluoride umumnya dioleskan langsung di gigi. 

3. Penambalan Gigi Gigi yang terkena karies, dibuang jaringan lunaknya yang terinfeksi dengan pengeboran dan lalu dilakukan penutupan dengan bahan tambal gigi. 

4. Perbaikan Saluran Akar Gigi Karies yang menyerang bagian akar gigi bisa menimbulkan kerusakan serius pada kanal akar gigi dan bagian pulpa gigi. Pada proses ini, bagian pulpa gigi akan dibersihkan dan dibuang, kemudian dokter akan memberikan obat anti infeksi dan menunggu agar kondisi pulpa bersih dan bebas infeksi. Setelah itu, pulpa gigi akan diganti dengan material buatan. Proses ini mirip dengan tambal gigi, dan memang biasanya secara umum orang menyebutnya sebagai tambal gigi saja. 

5. Pencabutan Gigi Jika dokter menganggap bahwa kerusakan gigi karena karies telah sampai tahap yang paling parah hingga menyebabkan gigi berlubang dan sudah merusak hampir keseluruhan mahkota gigi atau bagian struktural gigi, dokter akan menyarankan untuk mencabut gigi tersebut. Pencabutan gigi bertujuan untuk menghentikan penyebaran karies gigi dan menghindari terjadinya masalah gigi lain akibat gigi berlubang. 

Pencegahan Karies Gigi Sebelum timbul karies gigi dan terjadi masalah yang lebih serius seperti gigi berlubang, sangat dianjurkan untuk melakukan tindakan-tindakan pencegahan sejak dini. Bahkan, kebiasaan untuk melakukan pencegahan terhadap karies gigi dan berbagai masalah gigi lainnya sebaiknya dimulai sejak kecil. Orang tua perlu membimbing dan membiasakan anak untuk selalu menjaga kesehatan gigi. Nah, berikut tips-tips pencegahan karies gigi yang bisa segera Anda lakukan :  

1. Sikat Gigi Secara Teratur Tidak ada kebiasaan membersihkan gigi yang lebih baik dari gosok gigi. Membiasakan diri untuk menggosok gigi minimal dua kali sehari bisa mencegah terjadinya karies gigi. Penggunaan pasta gigi dengan fluoride juga wajib selama menggosok gigi. Fluoride pada pasta gigi akan membantu untuk melawan pengikisan mineral penting pada permukaan gigi. Namun perlu diingat bahwa penggunaan pasta gigi dengan fluoride bukanlah untuk memulihkan enamel gigi yang terkikis, sebab jika enamel sudah terkikis cukup dalam, maka penggunaan pasta gigi berfluoride tidak akan mampu untuk menutupinya. Penggunaan pasta gigi dengan fluoride pada kondisi ini lebih bertujuan untuk memperlambat berkembangnya karies gigi. Jadi, tindakan untuk mengatasi karies gigi lebih lanjut sangat diperlukan dan tidak boleh dilakukan tanpa pengawasan dokter gigi demi hasil yang maksimal. Gunakan pasta gigi Pepsodent Expert Protection yang memiliki kandungan microgranules dan zinc-citrate yang dapat memberikan perlindungan yang menyeluruh untuk kesehatan gigi dan mulut keluarga Anda. 

2. Berkumur dengan Mouthwash Karies gigi juga bisa dihindari dengan lebih maksimal jika Anda menggunakan mouthwash sebagai penutup setelah menggosok gigi atau setelah makan. Mouthwash dengan kandungan pembunuh bakteri jahat di mulut sangat bermanfaat untuk mencegah bakteri berkembang biak dan memakan sisa makanan yang ada di sela-sela gigi dan gusi. 

3. Gunakan Dental Floss Mengingat salah satu penyebab karies gigi adalah plak, maka penggunaan dental floss sangat disarankan untuk membantu membersihkan plak secara sempurna. Menggosok gigi saja terkadang masih menyisakan sebagian plak yang memang menempel erat pada gigi. 

4. Konsumsi Makanan dan Minuman yang Aman Memperhatikan pola makan, diet, dan frekuensi makanan adalah salah satu cara untuk mencegah munculnya karies pada gigi. Mengapa? Karena karies pada gigi umumnya muncul karena makanan-makanan dengan karbohidrat tinggi serta makanan manis-manis yang mengandung gula atau cokelat. Oleh karena itu, memakan makanan yang aman untuk gigi bisa membantu menghindarkan karies pada gigi. Buah-buahan dan sayur merupakan makanan alami yang tergolong aman untuk gigi. Frekuensi memakan makanan juga perlu jadi pertimbangan. Asam yang ada di mulut membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam untuk dinetralkan oleh air ludah. Jika frekuensi makan makanan asam Anda tergolong sering, maka sangat besar kemungkinannya jika asam dalam mulut belum sempat dinetralkan sepenuhnya lalu sudah ada tambahan lagi dari makanan yang baru masuk ke dalam mulut. Dampaknya, mulut terus menerus mengandung asam dan membuat risiko kemunculan karies gigi meningkat. Dewasa ini, banyak minuman yang kurang baik untuk kesehatan gigi beredar dengan luas di masyarakat. Beberapa contoh minuman adalah minuman bersoda ataupun jenis soft drink lainnya. Kebanyakan minuman soda atau soft drink memiliki kandungan gula yang sangat tinggi. Hal ini memungkinkan sisa-sisa minuman di dalam mulut ikut membantu bakteri jahat di mulut untuk berkembang biak dan merusak gaga secara perlahan. Sebaiknya Anda mengganti kebiasaan minum minuman bersoda dan tinggi gula dengan air putih biasa saja. Air putih memiliki kadar asam yang netral dan membantu untuk membilas mulut setelah makan. 

5. Cek Kesehatan Gigi secara Reguler Memeriksakan kondisi kesehatan gigi dan mulut secara rutin ke dokter gigi adalah keharusan yang perlu dilakukan minimal dua kali dalam satu tahun. Dengan adanya pemeriksaan rutin dari dokter gigi, maka karies gigi bisa dibersihkan secara rutin dan bahkan mencegah karies meluas. Dokter gigi juga bisa menyarankan tindakan-tindakan pencegahan yang paling tepat sesuai dengan kondisi karies gigi Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar